Cara Menyusui yang Benar

A. Pengertian Teknik Menyusui yang Benar

Menyusui adalah sebuah pokok bahasan yang bermuatan emosional: sangatlah sulit untuk tidak beraksi ketika anda mendengar kata ini. Kata ini memunculkan respon emosional yang kuat dari wanita yang sedang hamil dan memikirkan cara memberi makanan bayinya ; dari para bidan dan dokter yang merawat wanita ini, yang mungkin mempunyai pandangan dan pendapat yang sama kuatnya.

Menyusui adalah seni yang hampir punah. Sekarang ini, sebagian besar dari kita hanya ingat yang diberi susu dari botol . memang sulit untuk menghindari budaya menyusui dengan botol. Menyusui telah menjadi sebuah isu yang kadang saja dibicarakan , dan bukan sesuatu yang sering ditemukan . semakin jarang kita melihat wanita yang menyusui.

B. Posisi dan Perlekatan Menyusui
Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyusui yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring. Contoh cara menyusui yang benar sebagai berikut:

Posisi Cradle (Klasik) Posisi ini adalah yang paling banyak dipraktekkan ibu menyusui.

Cara: 
  1. Ibu duduk pada kursi berlengan yang nyaman, punggung tegak (boleh disangga dengan bantal agar dapat bersandar dengan nyaman). Jaga agar posisi tidak membungkuk karena akan cepat lelah.
  2. Punggung hingga bokong bayi pada lengan bawah ibu. Lengan yang digunakan adalah lengan pada sisi yang sama dengan payudara yang akan digunakan untuk menyusui (lengan kanan saat akan menyusui dengan payudara kanan). 
  3. Kepala dan leher bayi ditempatkan pada lekuk siku. 
  4. Dekatkan kepala (bibir) bayi pada payudara dengan mengangkat lengan (bukan membungkuk). ditempatkan

Tips: Untuk lebih nyaman, siku dapat ditumpangkan pada lengan kursi, atau dapat menggunakan bantal pada pangkuan atau bantal menyusui sebagai penyangga. 

Terbaik untuk: 
  • Bayi secara umum: sehat, cukup bulan lahir spontan (normal). Wanita yang baru saja operasi Caesar mungkin merasa agak sakit karena tekanan pada perut lebih tinggi dengan posisi ini. 
  • Lebih mudah dilakukan pada bayi berusia satu bulan atau lebih, karena otot leher lebih kuat.
  • Menyusui saat sedang bepergian, karena tidak terlalu memerlukan bantal atau penyangga    

Posisi Cross-Cradle adalah kepala bayi disangga oleh tangan yang berlawanan arah terhadap payudara yang disusukan. Posisi ini bisa digunakan untuk bayi kecil atau sakit.

Cara: 
  1. Ibu duduk pada kursi berlengan yang nyaman, punggung tegak (boleh disangga dengan bantal agar dapat bersandar dengan nyaman). 
  2. Jaga agar posisi tidak membungkuk karena akan cepat lelah. 
  3. Tangan ibu pada sisi yang berseberangan dengan payudara yang menyusui, memegang kepala dan leher bayi (tangan kanan digunakan bila akan menyusui dengan payudara kiri, dan sebaliknya) Punggung dan bokong bayi disangga dengan lengan bawah ibu pada tangan yang sama.
  4. Tangan dapat digunakan untuk mengarahkan bayi ke payudara.

Tips: 
  • Jangan mendorong kepala bayi terlalu kuat ke payudara karena kadang bayi justru secara refleks akan melawan. 
  • Duduk tegak, bayi didekatkan pada payudara, bukan sebaliknya Anda membungkuk untuk mendekatkan payudara pada bayi 

Terbaik untuk: 
  • Hari-hari pertama setelah kelahiran 
  • Ibu yang baru belajar menyusui 
  • Bayi prematur dan berat lahir rendah yang refleks isap serta otot lehernya masih lemah, serta sering terlepas dari puting. Dengan posisi ini telapak tangan Anda menyangga kepala dan leher bayi dengan cukup baik

Posisi Football Dinamakan football karena Anda memegang bayi seperti memegang bola football (menurut saya kalau versi perempuan: tas tangan, mungkin seharusnya dinamakan Handbag Position agar lebih komunikatif bagi para wanita), yaitu pada sisi tubuh (di bawah ketiak). 

Cara: 
  1. Punggung hingga bokong bayi ditempatkan pada lengan bawah ibu, dengan daerah bokong pada lipat siku ibu.
  2. Lengan yang digunakan adalah lengan pada sisi yang sama dengan payudara yang akan digunakan untuk menyusui (lengan kanan saat akan menyusui dengan payudara kanan). 
  3. Lengan ibu tidak ditempatkan di depan tubuh, namun di samping (seperti mengempit tas) Telapak tangan ibu menyangga kepala dan leher bayi, seluruh tubuh bayi menghadap ke payudara (sisi tubuh) ibu Letakkan penyangga (bantal atau bantal menyusui) pada sisi tubuh yang digunakan, di bawah lengan ibu dan tubuh bayi.

Tips: 
  • Pada saat akan mulai menyusui, mungkin tangan sisi yang berseberangan perlu menyangga payudara dengan membuat bentuk seperti huruf C, untuk membantu mempertemukan mulut bayi dan puting. 
  • Gunakan kursi yang agak lebar dengan sandaran tangan yang rendah. Posisi ini adalah satu-satunya yang memungkinkan wajah bayi menghadap wajah Anda (bukan tubuhnya), sehingga Anda dapat menjalin kontak mata yang mesra dengan bayi.

Terbaik untuk: 
  • Ibu yang baru menjalani operasi Caesar (yang sudah boleh duduk), karena bayi tidak menyentuh daerah luka, dan posisi ini tidak membuat tekanan pada perut meningkat.
  • Bayi kembar Ukuran payudara sangat besar.

Posisi Berbaring Miring Posisi ini merupakan posisi favorit sebagian ibu, terutama saat sedang sangat lelah dan mengantuk namun berjuang untuk tetap menyusui bayi secara langsung.
Cara: 
  1. Berbaringlah miring pada satu sisi tubuh, tangan bagian bawah dilipat ke atas atau menyangga kepala. 
  2. Kepala boleh berbaring pada bantal atau disangga oleh telapak tangan. Dengan tangan bagian atas, posisikan tubuh bayi juga miring menghadap tubuh Anda, perut bayi menempel pada perut Anda. 
  3. Arahkan kepala dan mulut bayi pada puting, dapat menggunakan bantal bayi yang diletakkan di bawah kepala bayi atau di bawah payudara, tergantung ukuran payudara, dengan tujuan agar mulut bayi sama tinggi dengan puting.

Tips: 
  • Anda dapat meletakkan guling untuk menyangga punggung Anda, dan juga guling bayi di belakang bayi untuk menyangga punggungnya, sehingga tangan Anda tidak perlu terus menahan tubuh bayi agar tetap miring. Tubuh Anda sebaiknya tidak terlalu miring ke arah bayi, untuk berjaga-jaga bila Anda tertidur, agar tidak menimpa bayi atau membuat hidungnya tertutup. 
  • Bayi sebaiknya tidur di tempat tidur/boks tersendiri, untuk meminimalkan risiko SIDS (sudden infant death syndrome). Jadi bila selesai menyusui, segera kembalikan bayi ke boksnya. 

Terbaik untuk: 
  • Ibu pada 24 jam pertama setelah menjalani operasi Caesar, saat masih disarankan berbaring. 
  • Menyusui di malam hari, saat Anda sangat lelah dan mengantuk setelah seharian mengurus bayi. Ibu yang harus bedrest (berbaring) karena alasan kesehatan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Menyusui yang Benar"

Posting Komentar

CONTACT US

×