Anak Bunda Sudah Sekolah? Berikut Makanan yang Bunda Perlu Tahu untuknya

Pada awal usia sekolah anak mulai masuk sekolah. Anak mulai masuk dalam dunia baru dan banyak berhubungan dengan orang-orang di luar keluarganya dan berkenalan pula dengan suasana lingkungan baru dalam kehidupannya. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi  kebiasaan  makan mereka. Pengalaman-pengalaman baru, kegembiraaan di sekolah, rasa takut kalau terlambat tiba di sekolah, menyebabkan anak menyimpang dari kebiasaan waktu makan yang sudah diberikan pada mereka. 

Keadaan ini harus diatasi sedemikian rupa sehingga cukup diberikan waktu untuk anak ini beristirahat setelah pulang sekolah, cukup waktu untuk makan pagi dan sebagainya. Pola hidangan yang dianjurkan harus mengandung tiga unsur gizi utama yakni sumber zat tenaga seperti nasi, roti, mi, bihun, jagung, singkong, tepungtepungan, gula, dan minyak. Sumber zat pembangun, misalnya ikan, daging, telur, susu, kacang-kacangan, tempe, dan tahu. Serta zat pengatur, seperti sayur dan buah-buahan, terutama yang berwarna hijau dan kuning. 

Pada umur 4 - 6 tahun, anak sudah sebagai konsumen aktif. Mereka mulai bisa memilih makanan yang disukai dan menolak yang kurang disukai. Kadang-kadang anak akan menutup mulut rapat-rapat atau memuntahkan makanan yang berada di mulut. Karena itu dibutuhkan kesabaran orang tua untuk membujuknya. Acap kali anak cenderung bosan dengan suasana makan yang tidak berubah. Maka ada baiknya anak dibawa ke dalam suasana baru, misalnya mengajak jalan-jalan ke taman, bermain ke tetangga, dan lain-lain. 

Pendidikan gizi serta kebiasaan makan yang baik mulai dapat diterapkan pada usia ini. Pada umur 7-12 tahun kebutuhan tubuh akan energi jauh lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya, karena anak lebih banyak melakukan aktivitas  fisik  seperti  bermain, berolahraga,  atau  membantu  orang  tua. Memasuki usia 10 - 12 tahun, akan semakin besar lagi kebutuhan energi serta zat-zat gizinya dibandingkan dengan usia 7 - 9 tahun. Pada usia ini pemberian makanan untuk anak laki-laki dan perempuan mulai dibedakan. 

Biasanya anak laki-laki lebih aktif dan lebih banyak bergerak sehingga lebih banyak membutuhkan konsumsi zat gizi dalam makanan mereka. Perhatian khusus perlu diberikan pada anak yang bersekolah, karena umumnya mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di luar rumah sehingga cenderung melupakan waktu makan. Yang penting, kebiasaan makan pagi sebelum anak berangkat ke sekolah jangan sampai ditinggalkan. 

Makan pagi yang cukup akan memenuhi kebutuhan energi selama belajar di sekolah, sekaligus mencegah penurunan kadar gula darah yang berakibat pada terganggunya konsentrasi anak dalam menerima pelajaran di sekolah. Jika anak tidak sempat makan pagi di rumah, jangan lupa membawakan bekal makanan yang praktis dan higienis. Berikan pengertian pada anak bahwa bekal yang dibawa dari rumah lebih sehat dan bergizi ketimbang jajanan. 

Hendaknya anak tidak dibekali dengan makanan yang merepotkan dalam mengkonsumsi. Misalnya,  nasi  lengkap  dengan  sayur  dan  lauk-pauknya, apalagi ditambah makanan berkuah. Makanan hendaknya yang praktis dan menarik namun memenuhi kelengkapan gizi yang diperlukan. Misalnya, arem-arem, mi dicampur daging ditambah sayur iris halus. Atau dua tangkap roti tawar berisi keju + orak-arik telur + selada + irisan tomat, ditambah buah apel atau jeruk.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Bunda Sudah Sekolah? Berikut Makanan yang Bunda Perlu Tahu untuknya"

Posting Komentar

CONTACT US

×