Bagaimana Bunda Mengasuh Anak di Dalam Keluarga?

Anak terus berkembang baik secara fisik maupun psikis untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan anak dapat terpenuhi bila orang tua dalam memberikan pengasuhan dapat mengerti,memahami dan memperlakukan anak sesuai dengan tingkat perkembangan fisik anak,disamping menyediakan fasilitas bagi pertumbuhan fisiknya. Hubungan orang tua dengan anak ditentukan oleh sika, perasaan,dan keinginana terhadap anaknya sikap tersebut diwuwujudkan dalam pola asuh orangtua didalam keluarga.
 
Pola asuh orang tua merupakan pola interaksi antara anak dan orang tua selama anak dalam pengasuhan. Didalam kegiatan pengasuhan, hal ini tidak hanya berarti bagaimana orang tua memperlakukan anak, tetapi juga cara orang tua mendidik,membimbing, mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang berlaku dimasyarakat yang berlaku pada umumnya.

Kohn dalam Krisnawati (1986:87) menyebutkan bahwa pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Sikap orang tua ini meliputi cara orang tua memberi aturan-aturan, hadiah maupun hukuman,cara orang tua menunjukan otoritas dan juga cara orang tua memberikan perhatian serta tanggapan kepada anaknya.sehubungan dengan pola asuh ini, Baumrid dalam Stiwart & Koch (1983:96) membagi pola asuh dalam tiga kecenderungan yakni:
 
1. Pola Asuh Otoriter
 
Pola asuh otoriter merupakan pengasuhan yang dilakukan dengan cara memaksa, mengatur, dan bersifat keras. Orang tua menuntut anaknya agar mengikuti semua kemauan dan perintahnya berdampak pada konsekuensi hukuman atau sanksi.

Pola asuh otoriter dapat memberikan dampak negative pada perkembangan psikologis anak. Anak kemudian cenderung tidak dapat mengendalikan diri dan emosi bila berinteraksi dengan orang lain. Bahkan tidak kreatif, tidak percaya diri, dan tidak mandiri. Pola pengasuhan ini akan menyebabkan anak menjadi stress, depresi dan trauma. Oleh karena itu tipe pola asuh otoriter tidak dianjurkan.

2. Pola Asuh Permisif
 
Pola asuh permisif dilakukan dengan memberikan kebebasan terhadap anak melakukan apapun sesuka hatinya. Sedangkan orang tua kurang peduli terhadap perkembangan anak. Pengasuhan yang didapat anak cenderung di lembaga formal atau sekolah. Pola asuh semacam ini dapat mengakibatkan anak menjadi egois karena orang tua cenderung memanjakan anak dengan materi. 

Keegoisan tersebut akan menjadi penghalang hubungan antara sang anak dengan orang lain. Pola pengasuhan anak yang seperti ini akan menghasilkan anak-anak yang kurang memiliki kompetensi social karena adanya control diri yang kurang.

3. Pola Asuh Demokratis
 
Pola asuh ini, orang tua memberikan kebebasan serta bimbingan kepada anak. Anak dapat berkembang secara wajar dan mampu berhubungan secara harmonis dengan orang tuanya. Anak akan bersifat terbuka,bijaksana karena adanya komunikasi dua arah.

Sedangkan orang tua bersikap obyektif,perhatian,dan memberikan dorongan positif kepada anaknya. Pola asuh demokratis ini mendorong anak menjadi bisa mengatasi masalahnya,tidak tertekan,berperilaku baik terhadap lingkungan dan mampu berprestasi dengan baik. Pola pengasuhan ini dianjurkan bagi orang tua.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Bunda Mengasuh Anak di Dalam Keluarga?"

Posting Komentar

CONTACT US

×