Apa Prinsip Mendidik Anak yang Perlu Bunda Ketahui?

Prinsip-prinsip dalam mendidik anak yang harus diperhatikan yaitu: 

Prinsip Menyeluruh 
Pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh baik terhadap unsur jasmani, rohani, maupun   akalnya.   Menyeluruh   terhadap   pencapaian   tujuan   dunia   dan   akhiratnya. Kemaslahatan baik untuk individu maupun sosialnya. 

Prinsip Keseimbangan dan Kesederhanaan 
Prinsip   ini   bermakna   menciptakan   keseimbangan   pada   pemenuhan   berbagai kebutuhan individu dan sosialnya, serta menciptakan keseimbangan antara tuntutan aspek yang satu dengan aspek yang lainnya sesuai kebutuhan dan kemaslahatannya. 

Prinsip Kejelasan 
Pendidikan dalam prosesnya harus jelas dalam prinsip-prinsipnya, ajaran-ajaran, dan hukum-hukumnya. Jelas dalam arti mudah difahami dan tidak multitafsir. 

Prinsip Tak Ada Pertentangan 
Tidak ada pertentangan dalam pendidikan yang didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Ilmu satu dengan yang lain saling mengukuhkan dan melengkapi. Selama konsep pendidikan dirancang dan dilaksanakan dengan baik sesuai ideologi yang diyakini, tidak akan ada pertentangan dalam pencapaian tujuan pendidikannya. 

Prinsip Realistis dan Dapat Dilaksanakan 
Mendidik adalah membantu mengembangkan potensi yang dimiliki anak, ini berarti pendidikan yang diberikan hendaknya masuk akal dan dapat dilaksanakan oleh si anak itu sendiri. Maka pendidikan yang baik adalah yang sesuai dengan usia, tahap kematangan jasmani, akal, bakat, minat, emosi, spiritual, juga sosialnya. Tidak juga pendidikan hanya sekadar retorika yang melambung tinggi namun tidak dapat dilaksanakan dalam tataran praktisnya dan tidak pula bermanfaat. 

Prinsip Perubahan yang Diinginkan 
Dalam pendidikan yang paling penting bukan pada hasil akhir pendidikannya tetapi ada pada prosesnya. Jika prosesnya benar maka hasilnya akan baik. Namun jika pendidikan mengedepankan hasil, maka tidak heran banyak anak-anak yang memperoleh nilai yang baik tapi dari cara yang curang. Oleh kerena itu, esensi pendidikan adalah membantu anak agar berubah, berkembang seluruh potensinya  secara optimal dan membuang potensi buruk pada diri anak agar terbentuk menjadi pribadi yang lebih baik. 

Anak yang baik akan bisa membentuk keluarga yang baik, dari keluarga-keluarga yang baik akan terbentuk masyarakat yang baik, dan masyarakat yang baik tentu akan mampu memberikan kontribusi untuk berdirinya negara yang baik pula. 

Prinsip Menjaga Perbedaan-Perbedaan Perseorangan 
Setiap anak memiliki ciri-ciri, kebutuhan, tahap kecerdasan, minat, sikap, kematangan jasmani, akal, dan emosi yang berbeda-beda. Perbedaan yang dimiliki setiap manusia adalah sunatullah. Oleh karena itu, orangtua hendaknya tidak boleh menyamakan atau membanding-bandingkan kemampuan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya karena setiap anak memiliki keunggulan dan kelemahan yang juga berbeda. 

Kemudian, tidak bijak juga kiranya bagi orangtua yang memaksakan suatu pendidikan bagi anaknya yang menurut orangtua itu baik tapi ternyata anak tidak memiliki bakat, minat, atau kemampuan dalam bidang tersebut. 

Dari perbedaan setiap individu inilah sebenarnya muncul spesialisasi pekerjaan yang berbeda pula antara satu dengan yang lain. Perbedaan keahlian atau minat ini juga sebenarnya bukanlah pertentangan, namun justru orang-orang yang memiliki keahlian atau bakat yang berbeda tersebut keberadaannya sebenarnya saling melengkapi satu sama lain. 

Dengan demikian terpenuhilah kebutuhan manusia sebagai makluk individu dan makhluk sosial. 

Prinsip Dinamis 
Manusia akan tumbuh berkembang dan akan berubah sesuai dengan tuntutannya, begitu pula dengan pendidikan. Pendidikan yang baik adalah yang merespon terhadap kebutuhan perubahan manusia itu sendiri dan perubahan zaman. Maka pendidikan tidaklah statis, melainkan dinamis. 

Sebagai pendidik perlu diperhatikan cara bagaimana menghukum anak yang melakukan kesalahan agar tidak sampai terlalu fatal. Andaikan perlu dihukum, hukuman yang akan diberikan tentunya harus disesuaikan dengan kondisi fisik maupun psikologisnya agar tidak sampai melukai fisik dan tidak mengganggu psikologisnya. Abdullah Nashih ’Ulwan (2012: 630)  menyatakan  bahwa  dalam  mendidik  anak  Rasulullah  menyikapi kesalahan  anak dengan  beberapa  tahapan,  yaitu: 1)  menunjukkan  kesalahan  dengan pengarahan; 2) menunjukkan kesalahan dengan keramahtamahan; 3) menunjukkan kesalahan dengan memberikan isyarat; 4) menunjukkan kesalahan dengan kecaman; 5) menunjukkan kesalahan dengan memutuskan hubungan (meninggalkannya); 6) menunjukkan kesalahan dengan memukul; dan 7) menunjukkan kesalahan dengan memberikan hukuman  yang menjerakan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apa Prinsip Mendidik Anak yang Perlu Bunda Ketahui?"

Posting Komentar

CONTACT US

×