Apakah Bunda Mengalami Baby Blues? Berikut Penjelasannya

Postpartum blues atau baby blues merupakan gejala depresi ringan yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Baby blues merupakan respon normal terhadap penyesuaian gaya hidup dan peran baru sebagai ibu. Baby blues biasanya mulai terjadi pertama kali pada hari ke 3 – 5 pasca persalinan, dan dapat berlangsung selama beberapa jam hingga 1 – 14 hari. Pada masa ini, ibu mengalami beberapa gejala, di antaranya yaitu:
  • Mengeluh kewalahan dan tidak kuat
  • Kelelahan dan tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit energi
  • Cemas
  • Mudah tersinggung
  • Sangat sensitif
  • Mudah menangis dan sering menangis
  • Moody tanpa sebab yang jelas

Gejala baby blues biasanya terjadi lebih parah pada ibu yang melahirkan pertama kali dibandingkan ibu yang telah melahirkan lebih dari satu kali.Selain itu terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap parahnya baby blues, yaitu:
  • Perasaan kecewa setelah melahirkan
  • Ketidaknyamanan yang terjadi pada awal postpartum (misalnya nyeri pada luka di jalan lahir)
  • Kelelahan
  • Kecemasan berkaitan dengan perawatan bayi baru lahir di rumah
  • Riwayat depresi sebelumnya
  • Gejala PMS (premenstrual syndrome) yang berat

Baby blues dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu sebagai berikut:
  • Perubahan kadar hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin setelah melahirkan
  • Tantangan peran baru sebagai ibu
  • Kelelahan
  • Penyesuaian gaya hidup

Umumnya, fenomena baby blues tidak menimbulkan gangguan pada fungsi ibu dalam kegiatan sehari-hari, sehingga tidak memerlukan treatment khusus. Namun, follow up sangat perlu dilakukan pada ibu yang mengalami baby blues, karena 20% dari kasus baby blues dapat berkembang menjadi postpartum depression. Pemberian informasi dan meyakinkan ibu bahwa fenomena yang dialaminya nyata dan normal, bantuan dalam merawat bayi, istirahat yang cukup, asupan nutrisi yang baik, serta dukungan keluarga sangat penting untuk membantu pemulihan ibu yang mengalami baby blues.

Para ahli obstetri memegang peranan penting untuk mempersiapkan para wanita yang kemungkinan terjadi gangguan mental pasca melahirkan dan segera memberikan penanganan yang tepat bila terjadi gangguan tersebut, bahkan merujuk para ahli atau psikolog/konseling bila emmang diperlukan. Dukungan yang memadai dari para petugas obstetri, yaitu: dokter, bidan/perawat sangat diperlukan misalnya dengan cara memberikan informasi yang memadai tentang proses kehamilan dan persalinan, termasuk penyulit-penyulit yang mungkin timbul dalam masa-masa tersebut serta penanganannya.

Adapun penanganan untuk meminimalisir baby blues adalah sebagai berikut:

1. Belajar tenang dengan menarik nafas panjang
2. Meditasi
3. Tidur ketika bayi tidur
4. Berolahraga ringan
5. Ikhlas dan tulus dengan peran baru sebagai seorang ibu
6. Tidak perfeksionis dalam hal mengurus bayi
7. Membicarakan rasa cemas dan mengkomunikasikannya
8. Bersifat fleksibel
9. Banyak berinteraksi dengan kelompok ibu-ibu yang baru melahirkan 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Bunda Mengalami Baby Blues? Berikut Penjelasannya"

Posting Komentar

CONTACT US

×