Bunda Wajib Memberikan ASI, Selain Baik untuk Bayi ada UU yang Mengaturnya

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi. ASI memiliki kandungan yang baik yang tidak terdapat dalam susu formula. Komposisi ASI selalu berubah sesuai dengan kebutuhan bayi prematur maupun bayi yang cukup bulan, sehingga bayi yang diberi ASI akan memiliki status gizi yang lebih baik jika dibandingkan dengan yang diberi susu formula maupun makanan tambahan lain. ASI memberikan gizi yang paling baik sesuai dengan kebutuhan bayi, melindungi dari berbagai infeksi, memberikan hubungan kasih sayang yang mendukung semua aspek perkembangan bayi, termasuk kesehatan dan kecerdasan bayi.

ASI ekslusif adalah pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupan bayi tanpa memberikan makanan atau cairan lain, kecuali vitamin, mineral, dan obat yang telah diizinkan. Pentingnya pemberian ASI terutama ASI eksklusif untuk bayi sangat luar biasa. Bagi bayi, ASI eksklusif adalah makanan dengan kandungan gizi yang paling sesuai untuk kebutuhan bayi, melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernafasan akut. Memberikan ASI secara eksklusif dapat mengurangi pendarahan pada saat persalinan, menunda kesuburan dan meringankan beban ekonomi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif pasal 6 berbunyi "setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya". UU Nomor 36/2009 pasal 128 ayat 2 dan 3 disebutkan bahwa selama pemberian ASI, pihak keluarga, pemerintah daerah dan masyarakat daerah dan masyarakat harus mendukung ibu secara penuh. Di dalam Pasal 200 menjelaskan bahwa sanksi pidana yang dikenakan bagi setiap orang yaitu dengan sengaja menghalangi program pemberian ASI eksklusif sebagaimana dimaksud dalam pasal 128 ayat (2). 

Ancaman pidana yang diberikan adalah pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 450/MENKES/SK.VI/2014 tentang pemberian secara eksklusif di Indonesia tanggal 7 April 2014 telah menetapkan ASI eksklusif di Indonesia selama 6 bulan dan semua tenaga kesehatan agar menginformasikan kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI secara eksklusif.

Gangguan gizi pada bayi dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif. Bayi yang diberikan susu formula lebih sering menderita kurang gizi dan busung lapar. Bayi yang diberikan makanan tambahan semi padat maupun padat pada usia sebelum 6 bulan maka akan berbahaya bagi bayi, hal tersebut akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi karena makanan yang tidak diserap akan memperberat kerja usus bayi, mengganggu keseimbangan dalam usus bayi, dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang jahat. Pakar gizi anak Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2010 menguraikan hasil survei penggunaan makanan pendamping ASI sekitar 49% bayi sebelum usia 4 bulan sudah diberi susu formula, 45,1% makanan cair selain susu formula dan 50% makanan padat. 

Pemberian susu formula makanan pendamping ASI cair dan yang diberikan pada bayi kurang dari 4 bulan cenderung dengan intensitas atau frekuensi yang sangat tinggi dapat membahayakan bayi karena pada umur demikian usus belum siap mencerna dengan baik sehingga pertumbuhan berat badan bayi terganggu, antara lain adalah kenaikan berat badan yang terlalu cepat sehingga bisa menjadi obesitas dan malnutrisi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bunda Wajib Memberikan ASI, Selain Baik untuk Bayi ada UU yang Mengaturnya"

Posting Komentar

CONTACT US

×