Faktor Apa Saja yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Anak untuk Memiliki Kecerdasan Tinggi

Inteligensi dipengaruhi oleh interaksi antara faktor keturunan dan faktor lingkungan. faktor keturunan jelas gen dari kedua orangtua yang mewarisi berbagai karakter. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi inteligensi adalah melalui proses belajar, interaksi dengan dunia sekitar, interaksi anak dengan orangtua, pengaruh budaya mempengaruhi secara tidak langsung melalui standard dan norma sosial yang menjadi acuan individu berfikir dan bertingkah laku.  

Dalam konteks lainnya, secara rinci terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yang memiliki kecerdasan, yaitu:

Faktor Bawaan atau Biologis
Dimana faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh faktor bawaan.

Faktor Minat dan Pembawaan yang Khas
Dimana minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi perbuatan itu.

Faktor Pembentukan atau Lingkungan
Dimana pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan inteligensi.

Faktor Kematangan
Dimana tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Faktor Kebebasan
Hal ini berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya. 

Sedangkan menurut Lusia Kus Ana dalam Kompas menyebutkan bahwa anak berusia 2-4 tahun mungkin saja merupakan anak yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi jika anak tersebut menunjukkan tanda-tanda berikut ini:
  • Memiliki talenta khusus, misalnya saja kemampuan artistik atau dalam hal angka. Misalnya saja, anak mampu menggambar sesuatu dengan sangat jelas atau bisa mengingat angka dengan mudah.
  • Mencapai tonggak perkembangan (milestone) lebih awal dibanding teman seusianya.
  • Kemampuan bahasa yang sangat baik, misalnya mampu berbicara dalam kalimat lengkap lebih awal dibanding teman sebayanya.
  • Punya rasa ingin tahu yang tinggi dan tak pernah bosan mengajukan pertanyaan.
  • Sangat aktif (meski bukan hiperaktif). Anak yang hiperaktif hanya memiliki rentang konsentrasi rendah, sementara anak yang berbakat mampu berkonsentrasi pada satu hal untuk waktu yang lama. Ia juga memiliki keinginan kuat pada hal yang menjadi ketertarikannya dan suka melakukan aktivitas sulit.
  • Memiliki imajinasi yang jelas. Anak berbakat seringkali menciptakan teman imajiner. 
  • Mampu mengingat sesuatu dengan mudah dan menceritakan kembali apa yang anak tersebut pelajari dari buku, TV, atau film yang ditontonnya. 

Tanda-tanda anak berbakat lainnya mungkin agak sulit dilihat. Ada beberapa anak berbakat yang sudah menyadari mereka "berbeda" dari rekan sebayanya. Hal itu bisa membuat mereka merasa terasing dan juga menjadi sasaran bullying. Anak-anak yang jenius juga sering mengalami rasa frustrasi karena mereka mampu berpikir lebih cepat dibanding apa yang bisa mereka ekspresikan, baik secara verbal maupun fisik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Faktor Apa Saja yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Anak untuk Memiliki Kecerdasan Tinggi"

Posting Komentar

CONTACT US

×