Pada saat Bersalin ada Tahapan Persalinan yang Perlu Diketahui Bunda - Bagian 2

Asuhan Persalinan Kala III (Pengeluaran Plasenta)
Partus kala III disebut pula kala uri. Kala III ini, seperti dijelaskan tidak kalah pentingnya dengan kala I dan II. Kelainan dalam memimpin kala III dapat mengakibatkan kematian karena perdarahan. Kala uri dimulai sejak dimulai sejak bayi lahir lengkap sampai plasenta lahir lengkap. Terdapat dua tingkat pada kelahiran plasenta yaitu : 

1) Melepasnya plasenta dari implantasi pada dinding uterus; 
2) Pengeluaran plasenta dari kavum uteri (Wiknjosastro, 1999, hlm. 198).

Menurut Sulistyawati dan Nugraheny (2010, hlm. 8) lepasnya plasenta sudah dapat diperkirakan dengan memperhatikan tanda-tanda sebagai berikut: 

1) Uterus mulai membentuk bundar; 
2) Uterus terdorong ke atas, karena plasenta dilepas ke segmen bawah Rahim; 
3) Tali pusat bertambah panjang; 
4) Terjadi perdarahan. 

Asuhan kala III persalinan adalah sebagai berikut: 
  1. Memberikan pujian kepada pasien atas keberhasilannya;
  2. Lakukan manajemen aktif kala III; 
  3. Pantau kontraksi uterus; 
  4. Berikan dukungan mental pada pasien; 
  5. Berikan informasi mengenai apa yang harus dilakukan oleh pasien dan pendamping agar proses pelahiran plasenta lancar; 
  6. Jaga kenyamanan pasien dengan menjaga kebersihan tubuh bagian bawah (perineum).

Asuhan Persalinan Kala IV (Observasi)
Setelah plasenta lahir lakukan rangsangan taktil (masase uterus) yang bertujuan untuk merangsang uterus berkontraksi baik dan kuat.Lakukan evaluasi tinggi fundus dengan meletakkan jari tangan secara melintang dengan pusat sebagai patokan. Umumnya, fundus uteri setinggi atau beberapa jari di bawah pusat. Kemudian perkirakan kehilangan darah secara keseluruhan periksa kemungkinan perdarahan dari robekan perineum. Lakukan evaluasi keadaan umum ibu dan dokumentasikan semua asuhan dan temuan selama persalinan kala IV. 

Menurut Sulisetyawati dan Nugraheny (2010) kala IV mulai dari lahirnya plasenta selama 1-2 jam. Kala IV dilakukan observasi terhadap perdarahan pascapersalinan, paling sering terjadi 2 jam pertama. 

Observasi yang dilakukan adalah sebagai berikut: 
  • Tingkat kesadaran pasien
  • Pemeriksaan tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi, suhu, dan pernafasan. 
  • Kontraksi uterus 
  • Terjadinya perdarahan. Perdarahan dianggap masih normal bila jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc.  

Menurut Rohani dkk (2011, hlm. 234) secara umum asuhan kala IV persalinan adalah: 
  • Pemeriksaan fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit jam ke 2. Jika kontraksi uterus tidak kuat, masase uterus sampai menjadi keras. 
  • Periksa tekanan darah, nadi, kandung kemih, dan perdarahan tiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit pada jam ke 2. 
  • Anjurkan ibu untuk minum untuk mencegah dehidrasi. 
  • Bersihkan perineum dan kenakan pakaian yang bersih dan kering. 
  • Biarkan ibu beristirahat karena telah bekerja keras melahirkan bayinya, bantu ibu posisi yang nyaman. 
  • Biarkan bayi didekat ibu untuk meningkatkan hubungan ibu dan bayi. 
  • Bayi sangat bersiap segera setelah melahirkan. Hal ini sangat tepat untuk memberikan ASI. 
  • Pastikan ibu sudah buang air kecil tiga jam pascapersalinan. 
  • Anjurkan ibu dan keluarga mengenal bagaimana memeriksa fundus dan menimbulkan kontraksi serta tanda-tanda bahaya ibu dan bayi. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pada saat Bersalin ada Tahapan Persalinan yang Perlu Diketahui Bunda - Bagian 2"

Posting Komentar

CONTACT US

×