Selasa, 28 Januari 2020

Tujuan Perawatan Wajah

Posted by Jaka Haryanto on Januari 28, 2020 with No comments
Sudah hukum alam jika setiap pertambahan usia membawa konsekuensi penurunan kualitas tubuh. Kulit wajah yang saat muda dulu halus dan kencang, semakin bertambah usia, tanda-tanda penuaan seperti kerut, keriput, garis halus dan flek hitam mulai muncul. Proses penuaan pada kulit terjadi karena kulit tidak dapat  lagi  menghasilkan  banyak  kolagen dan elastin, yang fungsinya untuk mengencangkan dan mengenyalkan kulit. Penurunan produksi kolagen dan elastin dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 30 tahun, karena itu semakin tua kulit, semakin  menipis dan kering. Banyak cara dapat dilakukan untuk memperlambat proses penuaan dan tetap awet muda, salah satunya dengan melakukan perawatan wajah sejak dini secara rutin. 

Perawatan wajah sebaiknya dilakukan sesuai dengan kondisi kulit. Dewasa ini sudah banyak produk kosmetik perawatan kulit wajah yang sesuai dengan jenis kulit, mulai yang tradisional sampai modern yang kesemuanya memberikan solusi untuk merawat dan mengatasi berbagai masalah kulit. Seiring dengan gerakan kembali  ke  alam,  tidak  sedikit  yang  menggunakan  bahan-bahan alami untuk merawat kecantikan. Perawatan kulit wajah pada umumnya memiliki tujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dan fungsi kulit serta memperindah wujud luar kulit yakni agar kulit wajah terasa nyaman, lembut, bersih, putih, halus, lembab berembun dan bersinar. 

Perawatan  wajah  yang  dilakukan  secara  rutin  memberikan  beberapa keuntungan sebagai berikut : kulit wajah bersih, meningkatkan dan memperlancar sirkulasi  darah  pada  bagian  wajah, mendorong kegiatan susunan kelenjar, mengendorkan urat-urat syaraf, memelihara bentuk otot, memperkuat jaringan urat yang lemah, mencegah timbulnya gangguan atau  penyakit  kulit,  mencegah timbulnya keriput, menyempurnakan kulit muka dan awet muda. 

Diagnosis Kulit Muka 

Perawatan wajah, dapat dilakukan melalui beberapa fase perawatan. Sebelum dilakukan perawatan wajah, sebaiknya dilakukan diagnosis kulit muka. 

Diagnosis kulit muka dilakukan setelah melakukan tahap pembersihan wajah. Diagnosis kulit muka perlu dilakukan dengan tujuan : 

1.  Menentukan jenis kulit muka, 
2.  Mengetahui berbagai kelainan pada kulit muka, 
3.  Menentukan tindakan perawatan atau pengobatan, 
4.  Memilih kosmetik perawatan yang sesuai dengan jenis kulit muka 

Penentuan diagnosis kulit muka mencakup aspek-aspek sebagai berikut : 

Jenis kulit. Jenis kulit dikelompokkan menjadi jenis kulit normal, kulit berminyak, kulit kering, kulit sensitif, dan kulit kombinasi atau campuran. 

Tonus dan Turgor. Penentuan tonus dan turgor dilakukan dengan cara mencubit kulit pipi (turgor) dan menekan kulit pipi di bawah tulang pipi (tonus) apakah tergolong: kendor atau kuat. 

Pori-pori. Kelihatan atau tidak tergantung jenis kulit. Kulit kering biasanya pori-porinya tidak kelihatan, berbeda dengan jenis kulit berminyak yang pori-porinya cenderung besar. Adanya sumbatan dalam kandung rambut dapat melebarkan pori-pori. 

Lipatan dan garis-garis kulit. Pada kulit muka atau leher hampir senantiasa terjadi pembentukan lipatan dan garis-garis kulit berupa kerutan biasanya di bagian sekitar mata, antar alis, lipatan hidung dan bagian bibir (smile-line) dan kerutan karena usia yang terjadi pada bagian kening, leher dan sekitar mulut. 

Kelainan kulit. Kelainan kulit yang umum terjadi yaitu (a) Kelainan kulit karena gangguan pigmentasi seperti chloasma dan tahi lalat, vitiligo, panau, kurap, bercak merah; (b) Kelainan kulit karena gangguan fungsi kelenjar minyak seperti radang, jerawat, komedo dan  akne; (c) Kelainan kulit karena gangguan pertandukan kulit atau keratinisasi seperti hyperkeratinisasi (kekolotan), kulit bersisik, kapalan, katimumul dan kulit merah bersisik; (d) Kelainan kulit karena penuaan dini; (e) Kelainan kulit karena infeksi jamur seperti dermatofitosis, serta (f) Kelainan kulit karena gangguan peredaran darah. 

0 komentar:

Posting Komentar